Moda Box
Regulasi iGaming · 2 mnt baca

Pendekatan Bijak Selandia Baru dalam Regulasi iGaming

Selandia Baru mengambil langkah bijak dalam regulasi iGaming demi melindungi konsumen dan meminimalisir risiko.

Pendekatan Bijak Selandia Baru dalam Regulasi iGaming

Selandia Baru akhir-akhir ini mendapatkan sorotan dalam industri perjudian global. Rencana mereka untuk memasuki pasar iGaming dengan regulasi pada tahun 2027 menunjukkan pendekatan berhati-hati yang berbeda dari banyak negara lainnya. Alih-alih tergesa-gesa, negara ini memilih untuk lebih memperhatikan keamanan konsumen dan pengendalian bahaya. Dengan disahkannya undang-undang baru tentang Kasino Daring pada 2026, Selandia Baru membentuk dasar untuk mengatur perjudian digital secara resmi.

Meski awalnya dijadwalkan dimulai pada Juni tahun ini, peluncuran penuh dijadwalkan ulang ke tahun 2027 setelah para pemangku kepentingan mengidentifikasi beberapa ketidakpastian yang dapat menyebabkan penundaan. Banyak yang memandang langkah ini sebagai upaya untuk menciptakan regulasi yang menjamin pengawasan ketat, memprioritaskan keamanan masyarakat. Fokus utama dari undang-undang tersebut adalah hanya operator berlisensi yang boleh menyediakan layanan perjudian daring di negara ini.

Regulasi tersebut sangat ketat, membatasi total lisensi menjadi 15, dengan aturan bahwa satu operator tidak boleh memiliki lebih dari tiga lisensi. Setiap lisensi dikaitkan dengan satu platform atau brand. Monopoli taruhan balap dan olahraga tetap dipegang oleh TAB New Zealand. Menurut Jarrod True dari True Legal, regulasi baru ini mengubah paradigma Selandia Baru dari pasar tidak teratur ke sistem yang lebih ketat dan terbatas.

Akses pasar ditetapkan dengan aturan ketat, termasuk larangan penggunaan afiliasi dan iklan dari influencer. Walau aturan telah diterbitkan, masih banyak persiapan yang perlu dilakukan sebelum layanan dapat dimulai. Departemen Urusan Dalam Negeri menyatakan bahwa peluncuran pada 2027 memberikan waktu untuk menyelesaikan proses secara menyeluruh, sesuai petunjuk hukum yang ada.

Aplikasi untuk lisensi harus dilakukan sebelum 1 Desember 2026, menandai mulainya proses evaluasi dan pengaturan. Rencana implementasi menunjukkan pengajuan minat akan dibuka pada Juli 2026, diikuti oleh lelang lisensi pada September. Pihak pemenang akan diminta untuk mengajukan aplikasi lisensi penuh mulai Oktober, dengan lisensi diharapkan diberikan pada awal 2027.

Periode ini akan digunakan untuk menerima, memeriksa, dan menilai aplikasi secara mendetail, memastikan bahwa sistem dan kepatuhan sudah sesuai serta membangun kemampuan operasional yang dibutuhkan untuk mendukung pasar ini. “Penangguhan ini sepertinya disengaja untuk memastikan transisi yang tertata dan regulasi yang kuat lebih diutamakan dibandingkan kecepatan ke pasar,” ungkap True. Daripada menjalankan peluncuran dengan tergesa-gesa, Selandia Baru memilih berhati-hati demi kepastian regulasi sebelum membuka lisensi bagi operator.

Share: 𝕏 FB in